Hantu Jeruk Purut

Sebelum kami me review film “BERBAGI SUAMI”, ada baiknya kami mereview salah satu film horor yang lumayan masih baru indonesia yang berjudul “HANTU JERUK PURUT”. Disutradarai oleh pemenang FFI 2006 dan didanai oleh (tentu saja) para mafioso “shitnetron” india ga penting, film ini SANGAT TIDAK LAYAK tonton bagi tua dan muda.

Kami bener2 mengharapkan kali ini KOya Pagayo sang sutradara menunjukan kelas sebagai sutradara peraih piala citra tahun lalu melaluii film “Ekskul”. Secara teknis, boleh lah film ini bisa ditonton, namun sebagaimana film2 horor nya yang terdahulu, suasana film ini bener2 suram sampe2 kamipun hampir saja tertidur andai saja suara2 efek yang super duper disturbing saat setan2 kuntilanak dan headless pastur bermunculan sepanjang film ini. Kami yakin bahwa, hampir semua film koya disponsori oleh pemerintah melalui PLN agar bangsa indonesia irit energi, karena rumah tinggal mewah bahkan rumah sakit selalu minim cahaya alias gelap.

Synopsis ceritanya adalah sebagai berikut: Yulia, seorang novelis tewas misterius setalah menulis ttg cerita hantu jeruk purut, fans nya, Airin, diamanatkan utk meneruskan cerita tsb lalu mengajak temen2 nya, Nadine dan Valent utk membantu. Spt film2 horor milenium, setelah itu tokoh2 diganggu 2 jenis setan : Headless Pastur dan kuntilanak Lasmi (legenda nya dia pembantu nya si pastur). Yang jadi misteri: kenapa mereka dihantui? kalo mau tahu jawabannya tonton aja deh… Sepanjang film, kita disuguhkan adegan2 horor mengagetkan, parah nya, hampir 90 % ternyata mimpi2 doank. Jadi misalnya gini analogi nya: Ada seorang raja punya anak yang ulang tahun, ditanya mau hadiah ultah apa? saya mau cerita aja ayah, jawab anak nya. Lalu ayah nya bercerita : ada seorang raja punya anakya yang ultah, ditanya mau ditanya mau hadiah ultah apa? saya mau cerita aja ayah, jawab anak nya. Lalu ayah nya bercerita : ada seorang raja punya anakya yang ultah, ditanya mau hadiah apa……….dst. Itulah penggambaran seluruh adegan horor di film ini. Basi dan boring. Satu2 nya hiburan bagi kami adalah sosok hantu pastur yang tidak proporsional. Lagi lagi, spt film terdahulu, rasanya koya pagayo merasa ga lengkap kalo ga niru2 film horor luar negeri kali ini adalah hantu kayako dari film grudge yang jadi korban.

Banyak sekali hal2 bodoh yang kami temui di film ini. Kami merasa IQ kami diturunkan secara paksa hampir 50 point bahkan bila film ini dianggap sbg film komedi pun. Baru saja film berjalan beberapa menit, kami sudah tertawa getir ketiika Airin salah mengucapkan bahasa inggris nya “urban” (dia bacanya “Arban”). Kemudian adegan2 tolol seperti ketimpa gas elpiji tapi ga apa apa, kesetrum listrik tegangan tinggi ga mati (minimal luka bakar kek), kamar mayat yang layak nya tempat sunbath karena neonnya warnanya biru dan klimaksnya terjadi 10 menit sebelum film ini usai (maaf kami tdk bisa bercerita lebih lanjut akibat pergolakan intelektualitas kami setelah nonton film ini).

Sekali lagi maaf,sebenernya film ini tidak layak kami beri bintang, tapi apa boleh buat supaya review ini dapat dipublikasikan terpaksa kami beri bintang 1. Semoga pembuat dan produser film ini masuk penjara, dan dihukum tidak boleh bikin film lagi.

Tinggalkan Balasan