
Sebelum anda protes atas lima bintang saya ini, coba perhatikan poster dan taglinesnya.
”fear not of the devil, fear the psycopath.
you’re never know how close death becomes”
dulu, waktu situs resminya masih buka, kita bisa menikmati indlish2 lainnya, contoh:
- beware your eyeball
- are they last holiday?
saya bukan native speaker, jadi mungkin ga punya hak untuk menjudge. karena itu saya ga akan menjudge. Saya hanya akan menertawakan.
Saya sudah menunggu2 film ini lama sekali. Dari sejak pertama dipromosiin, sampai ketika dia menghilang dari peredaran. Penantian yang sungguh panjang; dan sungguh sangat setimpal dengan yang saya dapatkan. Film ini benar2 membuat saya terhibur!!!!!!!
Mari kita tilik dari ceritanya terlebih dahulu, meski tak jelas juga apa ceritanya. Ada sekelompok remaja2 doyan dugem yang pergi liburan bareng2 ke sebuah villa yang sulit dijangkau bin kotor tak terawat. Awalnya semua baik2 saja, sampai suatu waktu tiba2 satu persatu dari mereka menghilang. Beberapa korban kemudian ditemukan dengan kondisi satu bola mata hilang. Rupanya ada seorang maniak yang mengintai mereka dan berniat menjadikan mereka korban. Yah bukan salah dia sih, saya aja kepingin membunuh mereka semua karena gaya mereka yang bener2 norak. Melihat mereka berhamburan keluar seperti anak ayam kehilangan induk benar2 membuat saya puas. Ini pertama kalinya saya mendapatkan kepuasan dengan cara yang tak normal.
Lalu sekarang kita lihat tokoh2 yang menonjol di film ini. Ada satu tokoh yang sangat disturbing, berupa bencong yang super ribut, bawel, annoying, sok lucu pula, yang dari awal sudah kami harapkan jadi korban tapi entah kenapa ga mati2, ketika pada akhirnya dia mati kami semua bersorak sorai bergembira. Lalu ada maniak yang seharusnya mengintai korban2nya tanpa banyak kontak langsung, yang ini kayaknya rada2 narsis karena hobi bgt nongol depan orang2 dan ngejar2 secara langsung, yang membuat adegan kejar2an itu bukannya menegangkan malah jadi kaya petak lari, mainan saya waktu SD. Lalu ada tokoh2 utama yaitu satu cewek bertampang mirip luna maya, cowok yg lbh ganteng dibanding yg lain, dan satu cewek lesbi. Tapi mereka2 yang ditonjolkan ini ga pernah berakting wajar. Ada dialog penting yang seharusnya menggugah hati, malah jadi datar kaya baca buku pelajaran biologi. Lalu ada dialog yang sebenernya biasa aja, tapi malah diperankan berlebihan, dengan mulut mangap, mata melotot, suara teriak2 dsb. Dan saya sangat terhibur setiap melihat akting asal2an itu, membayangkan betapa sadisnya review saya nantinya.
Nah sekarang kita lihat dari kadar keculunan efek. Film dibuka dgn adegan pembunuhan sebuah keluarga yang hanya menyisakan sang ayah. Seorang anak yang seharusnya selamat, malah lari-lari nyamperin pembunuhnya. Ya jelas mati dengan tak selamat. Lalu seperti apakah si psikopat? Dia nongol dengan topeng kilap2 silver, yang kata orang terbuat dari aluminium foil. Kalaupun bukan, bututnya sama. Lalu dia punya dua senjata, kuku bima ala wolverine dan satu pisau. Mengerikan? Jelas tidak. Kami malah terbahak2.
Lalu ada adegan menyebrangi sungai dengan jembatan bambu. Ini benar2 titik di mana ini film bisa dibilang cult movie. Culun, Udik, Lemot dan Tolol. Kelihatan jelas efek grafis yang kasar dan latar belakang yang tempelan. Mana adegan itu juga pada dasarnya boong abis. Masa sebuah jembatan yang jelas2 susah dilewati pejalan kaki, mau dilewati mobil juga? dan bagian terburuk adalah: mobilnya bisa lewat!!!
Banyak juga adegan yang ga sesuai logika. Coba tebak, di jaman canggih ini, kalo kita mau bikin ikan bakar, gimana cara nangkep ikannya? Kalau anda menjawab dengan cara dipancing, anda salah. Karena di film ini, ikannya ditombak. Persis jaman perjuangan dulu. Dan dengan segala keahlian menombak itu, mereka kalah lawan kuku bima ginseng. Juga dengan adegan di mana semua panik keluar rumah karena ketakutan ama si pembunuh, dalam kepanikan seperti itu sempet2nya pake jas ujan kembaran. Trus, para aktris cewek selalu jadi model-model cewek yang cuman teriak2 ga berguna kalo cowok2nya berkelahi dengan sang pembunuh. Bukannya bantuin, atau kabur, malah cuman jongkok pelukan nangis2. Halah, disturbing dan menggelikan.
Para peserta movie abend udah dari awal film minta pulang, tapi selalu kami tahan dengan alasan yang ngada2. Pada akhirnya mereka marah2 pada kami. Apa anda bisa membayangkan bagaimana penderitaan kami demi film ini? Tapi kami rela, karena kami maklum bahwasanya seperti kebanyakan masyarakat lainnya, mereka tidak mengetahui satu hal yang kami ketahui. Hal yang membuat kami memberikan 5 bintang dan angkat topi buat pembuat film yang berani mengambil resiko merusak nama baiknya. Satu hal yang akan membuat anda tercengang, dan dengan sangat terpaksa kami beberkan di sini. Yaitu bahwa sesungguhnya, meskipun disembunyikan sebisanya, ini adalah film komedi.
Dan mengingat betapa banyaknya adegan yang membuat kami tertawa sampe nangis2, maka inilah film komedi terbaik sepanjang masa.