Mari kita cek sama2 bintangnya. suatu hal yg sudah lama sekali tidak terjadi di site ini. Dan kejutan tidak di sana saja, masih ada lagi yaitu bahwa film ini adalah produksi Multivisionplus.
Mohon maaf para pekerja Multivisionplus, saya terus terang selalu mencibir setiap MVP memproduksi film baru. Soalnya kebanyakan film2 anda mutunya nggak jauh dari sinetron: berlebihan tanpa makna yang jelas. Dan awalnya film ini pun menerima cibiran yang sama. Tapi ternyata, untuk ukuran film2 MVP, masih bolehlah dikasih 4 bintang. Sayang untuk disamakan dengan standar film yang kena 5 bintang, film ini masih jauh, sehingga setelah melalui proses konversi yang alot sambil ngaskus, akhirnya film ini dapet 2 bintang. Nah adik2, kita simak yuk, kenapa film ini dapet 2 bintang…
Bara (Dimas Seto), mantan pengguna narkoba, baru aja melamar pacarnya (mbak2 sekelibat lewat) ketika tanpa sengaja dia bertemu Aristha (Julie Estelle), mantan pacarnya semasa SMA. Aristha rupanya adalah pecandu berat narkoba yang hidupnya ancur2an. Bara jadi feeling guilty, karena Aristha dulunya ketularan jadi pecandu gara2 pacaran dgnnya. Karena itu dia bertekad menolong Aristha keluar dari kemelut hidupnya. Masalahnya Aristha menyimpan dendam karena Bara dulu tiba2 menghilang tanpa pesan meninggalkan dia dengan hidup yang kacau balau. Tapi dengan kesabaran Bara, Aristha akhirnya luluh lagi dan punya semangat untuk sembuh dari ketergantungannya. Hubungan mereka mulai goyah lagi ketika tunangan Bara muncul di depan Aristha, dan Bara harus memilih apa dia akan meninggalkan hidupnya yang tenang untuk menyembuhkan Aristha atau tetap setia bersama tunangannya. Pilih mana? Snips atau snaps?
Ceritanya memang sangat mendayu2. Dibilang cengeng ya nggak juga sih, meski sejujurnya saya bukan penggemar drama cinta serius. Tapi sekitar setengah filmnya, bisa dibilang cukup menarik dan nggak membosankan. Adegan2 yang numpang lewat meski tak berkaitan dengan cerita lumayan menghibur dan menjadi kunci menariknya film ini. Tokoh Chacha (Masayu), sahabat Aristha yang seorang stripper, juga sangat menolong karena di samping akting Masayu yang sangat wajar, tokoh Chacha pada dasarnya sangat menarik dan hampir selalu mencuri perhatian setiap kali dia muncul, apalagi kalo lagi striptease (heheh). Akting Julie Estelle pun juga bagus, jauhlah dari waktu dia memulai debutnya di Alexandria. Kalo Dimas Seto, sayangnya dia kurang cocok untuk memerankan Bara yang seharusnya lebih digambarkan sebagai orang yg bisa diandalkan, bukan sekedar seorang cowok mengejar2 cewek dgn gayanya yang rada abg.
Meski banyak segi menariknya, sayangnya ketika masuk ke pertengahan film, jalan cerita jadi agak melambat dan menggaring karena tiba2 cerita benar2 berpusat pada sejoli Aristha dan Bara. Chacha yang sexy dan tunangan Bara yang feminin tiba2 menghilang dari sentral cerita. Belom lagi sebenarnya untuk ukuran cewek yang dendam sama mantannya, Aristha terlalu cepat kembali lagi padahal Bara belom ngapa2in. Pada bagian awal ini tidak terlalu mengganggu karena kita masih berharap ada kejadian2 lain di akhir cerita. Tapi ketika bagian2 akhir cerita malah hanya semakin mendayu2, kita jadi agak kecewa karena film ini sebenarnya potensial jadi sesuatu yang berbeda.
Yang cukup menyenangkan di film ini, kita nggak banyak diperdengarkan puisi2 cinta yang cengeng dan sok menasehati yang sedang trend di film2 indonesia. Terus terang, saya cukup muak dinasehati tentang cinta di film2 semodel Love is cinta atau Pesan dari surga, dan saya sudah bersiap2 untuk hueks2 kiri kanan waktu nonton film ini. Tapi selain perandaian yang masih taraf wajar seperti yang suka kita lihat di multiply atau friendster, cerita ini tak banyak berkhotbah tentang cinta.
Nah terakhir, mengingat film2 yang saya beri satu bintang seperti psikopat, cicakman, love is cinta, dll, rasanya saya harus menghargai setengah film yang cukup lumayan, belom lagi dia membawa bendera MVP yang sebagian besar filmnya kalo di jerman harus masuk tong sampah warna item, artinya: sampah non biologis yang tak dapat didaur ulang dan cukup berbahaya kalo jadi kompos. Jadi, untuk sang sutradara Ody C Harahap, mudah2an anda mendapatkan order lagi dari Punjabi supaya Multivisionplus bisa memperbaiki namanya di perfilman indonesia.