LOVE

LOVE

Saya yakin semua orang di dunia ini pasti pernah jatuh cinta…

Tapi emang nggak semua cinta yang kita rasain itu bisa berjalan sesuai dengan keinginan kita…

Terlalu banyak berharap emang nggak baik, tapi kalo kita terlalu pengecut untuk tidak mencoba sama sekali, itu namanya lebih nggak baik lagi… At least setelah kita mendapatkan jawaban dari pertanyaan terhadap cinta, bagaimanapun tanggapannya, seneng ataupun sakit, semua itu bisa jadiin kita lebih dewasa untuk jalanin kehidupan yang selanjutnya.


Kau genggam tanganku
Saat diriku lemah dan terjatuh
Kau bisikan kata dan hapus semua sesalku
Janganlah kau tinggalkan diriku
Tak’kan mampu menghadapi semua
Hanya bersamamu ku akan bisa
Kau adalah darahku
Kau adalah jantungku
Kau adalah hidupku
Lengkapi diriku
Oh sayangku kau begitu
Sempurna…

Apa yang bisa kamu rasain ketika kamu jatuh cinta?

Menurut kamu apa lagu di atas bisa mewakili semua perasaan kamu?

Jawabannya mungkin “ya” atau mungkin juga “tidak”, tapi…

Semua perasaan nyaman, seneng, sakit dan bahagia yang bakalan ada ketika kita jatuh cinta itu emang bener. Pengorbanan terbesar pun bakalan bisa kita lakuin tanpa berfikir karena di mata kita dia sangatlah sempurna.

Kira-kira begitulah gambaran cerita keseluruhan dari film Indonesia bertajuk cinta yang bahkan jelas-jelas udah bisa terdeskripsi tanpa harus berpikir dua kali lewat judulnya yang bisa dibilang manis, romantis, tapi juga standar abis…

“LOVE”

Film yang nampaknya sengaja dikemas untuk disajikan di bulan Februari ini pada awalnya emang membuat banyak prasangka negatif dari penonton Indonesia yang udah banyak kecewa sama karya-karya dalam negeri, tapi ternyata rumor dari orang-orang sekeliling yang justru memberi tanggapan positif terhadap film yang menampilkan beberapa artis dan aktor dengan jejeran tarif lumayan MAHAL se-Indonesia ini bisa mengobati kekecewaan yang selama ini hadir di hati para pemirsa pertunjukan layar lebar terhadap film-film bernuansa “cinta”.

Dua puluh menit pertama, perjalanan kisah beberapa pasangan tokoh dalam film ini terasa begitu-begitu aja alias agak membosankan. Saya ulangi, agak membosankan, bukan sangat membosankan. Tapi lama-kelamaan, setelah akhirnya beberapa orang penonton hampir ketiduran di sekitar menit ke tiga puluh, film ini mulai bisa memberikan kejutan-kejutan kecil yang bahkan sampai setengah jam ke depan kejutan kecil itu bisa berkembang menjadi semakin besar dan konsisten sampai detik terakhir.

Siapa yang akan nyangka kalau ternyata di balik semua hal yang biasa-biasa saja di awal cerita akan terbungkus dengan sebuah ide yang sangat inovatif, menyentuh hati dan salutnya, intrik-intrik kecil yang menjadi pembungkus cerita itu tidak tertebak sama sekali. Tidak akan pernah terpikir oleh penonton jika semua hal yang biasa-biasa saja di awal cerita dapat dijelaskan dengan fakta yang membuat detak jantung kita berlomba-lomba dengan derasnya aliran darah untuk membentuk sebuah perasaan iba sampai pada akhirnya kita semua menghela nafas; “hhhhhhhhhh…. CINTA!?”

Aqua, KFC, XL dan Nokia patut bangga karena, sebagai sponsor yang terang-terangan terpampang dalam film ini, nampaknya merk-merk itu tidak dirugikan. Menurut prediksi saya film ini akan menjadi salah satu film terbaik di antara jajaran film Indonesia 2008. Selain menghadirkan beberapa artis yang bisa dibilang cukup berdedikasi dan juga mahal, greget dalam film ini juga emang “DAPET”, terutama buat kita-kita yang lagi JATUH CINTA, SAKIT karena CINTA, atau sedang BELAJAR menghargai CINTA. Hampir bisa dipastikan: film ini nggak buang-buang waktu dan uang lima belas ribu.

Tema keseluruhan film ini emang CINTA banget, tapi… cara menghadirkan cintanya itu sendiri terlihat sangat berbeda dibandingkan dengan film-film cinta kebanyakan. Betapa cinta itu harus berkorban – bukan berkoban mati atau rela bunuh-bunuhan (ini sih BASI), betapa cinta itu harus bersabar – bukan bersabar karena nunggu jawaban atau menanti kepulangan (ini juga BASI), betapa cinta itu harus menghargai kelebihan, menerima kekurangan dan mengikhlaskan kepergian. Pokoknya semua hal berbau cinta yang NGGAK TERLALU BASI bisa ditampilkan dengan menyayat-nyayat dalam film super lovely dan owh… So sweet ini.

Cara pengolahan dan pengambilan gambarnya juga lumayan berseni dan alami. Emang nggak semuanya juga, tapi secara keseluruhan udah bisa dibilang RAPIH, apalagi yang pas adegannya Acha and Fauzi pelukan di tengah rel kereta api. Untuk ukuran film Indonesia? Oke juga…

Lagu-lagu yang dijadiin soundtrack juga kedengeran bersahabat, klasik dan menarik. Ternyata emang nggak semua film baru harus dibikin soundtrack baru juga. Toh, di film ini lagu lamanya Padi dan Sheila on 7 ternyata juga bisa ngerasukin jiwa penonton sehingga ketika kita nonton film ini perasaan kita juga bisa jadi makin “DALEM”. Kan yang penting itu lagunya masuk atau nggak ke tema filmnya? Kalo ternyata masuk kenapa juga nggak gunain lagi lagu lama yang udah ada? Malah dengan cara itu, bisa bikin nostalgia tersendiri buat para penonton. Yang udah tua bisa inget masa muda, yang masih muda inget masa remaja, yang masih remaja ya… pastinya ikut nikmatin juga, wong lagunya juga udah DIJAMIN pas banget buat ngiringin film yang penuh sama problema-problema cinta.

Nah… jadi saran saya: buat yang lagi pada jatuh cinta, entah itu ABG umur belasan, mahasiswa dan orang kantoran umur dua puluh-tiga puluhan, suami-istri muda, mama-papa bahkan oma-opa yang lagi romantis-romantisnya bisa banget nih jadiin film ini sebagai pilihan buat nonton bareng biar tambah mesra. Oya, yang lagi PDKT juga bisa. Kalo kira-kira udah ada lampu kuning dari doski, ajakin nonton “LOVE” aja biar lampunya jadi ijo, hehehe… Pokoknya film cinta yang satu ini tuh BAGUS deh! Nggak KAMPUNG sama sekali! (kaya film-film cinta Indonesia kebanyakan) Ini bukan PROMOSI, kalo nggak percaya coba aja buktiin sendiri!

PS: Menyukai film romantis Indonesia yang sedih sampe nangis-nangis itu manusiawi. Jangan sok antipati sama film-film romantis dalam negeri! Kalo emang nggak doyan jangan menyamaratakan pendapat loe dengan pendapat orang lain yang emang doyan. Warga Indonesia ada jutaan… Toh kita semua orang Indonesia yang juga pernah ngalamin CINTA… Lagipula gak ada yang bisa membenarkan soal selera. Netral-netral aja! MAJU TERUS FILM INDONESIA!!

  • Pemain: Luna Maya, Fauzi Baadila, Surya Saputra, Wulan Guritno, Sophan Sophian, Irwansyah, Darius Sinathrya, Widyawati, Acha Septriasa, Bella Saphira, Al Fathir Muchtar.
  • Sutradara: Kabir Bhatia
  • Penulis: Titien Wattimena
  • Produser: Manooj Samtani, Kristo Damar Alam
  • Produksi: 13 Entertainment

Satu Tanggapan ke “LOVE”

  1. om vivid Berkata:

    satu kata

    KEREN

    ga cinta2 an cengeng…
    yang annoying malah yang dimainin Irwansyah
    Tuh orang ga bisa akting banget…
    Gue suka cerita nya Pak Guru alzhemeir, trus bini yang selingkuh sama cewe yang numpang di tukang cetak

Tinggalkan Balasan