The Unseeable

Januari 17, 2008

The UnseeableThailand.

Negara yg paling sering saya cela bahasanya. Vocab-nya yang janggal, nama-nama orang yang aneh-aneh sejenis Ayam, Pithon, dan anggota bonbin lainnya, dan dialeknya yang sengau. Anda tau apa bahasa Thailand-nya kuda? “Maaaaak.” Itu cara pengucapannya. Harus panjang dan cempreng. Saya selalu mencela, kenapa mereka menganggap kuda adalah emaknya.

Lalu mereka bikin film.

Baca entri selengkapnya »


Cicak-Man

Januari 17, 2008

Terakhir saya nonton film Malaysia, sejujurnya bukanlah pengalaman yg menyenangkan. Sebuah film romantis produksi 80an dengan para pemain yang jauh dari cantik dan ganteng dengan dialog2 semodel lagu Gerimis Mengundang. Saya (waktu itu masih SD) menontonnya sampai tamat, karena saat itu saya berpikir, Malaysia adalah negara keren yang selangkah lebih maju dari Îndonesia. Tapi sampai film tamat, tak saya temukan bukti dari pemikiran saya, sehingga saya lupakan saja film kamse itu.

Lalu belasan tahun kemudian saya menemukan Cicakman. Film eksyen-komedi-fantasi dibalut dengan (kelihatannya) special efek dan desain grafis yg keren, yang bisa saja membuktikan pemikiran saya belasan tahun yang lalu.
Hasilnya??

Baca entri selengkapnya »


D’Girlz Begins : A film by Tengku Firmansyah

Januari 17, 2008

Dengan sangat bangga saya menyatakan bahwa saya pada akhirnya mendapatkan film ini. Film yang dijagokan oleh sutradaranya sendiri untuk ikut berkompetisi dalam Cannes.

Satu2nya film yg disponsori oleh salah satu perusahaan pembalut wanita, dan tak lupa pula si sponsor turut bermain film. Benar, sang pembalut itu sendiri.

Film yang sangat sulit didapatkan dvd-nya setelah kemunculannya di bioskop, sampai2 saya ngemis2 di kaskus pun tetep ga ada yg kasih rapid-nya.

Baca entri selengkapnya »


Pesan Dari Surga

Januari 17, 2008

Mohon maaf ya para pelanggan movie abend rütscherstraße, kami tergoda nonton film ini tanpa kalian. Ya siapa sih yg bisa tahan disodorin luna maya pake rok mini selama 90 menit? Apalagi didukung dgn rianty cartwright, si Asri Asem Manis di pilm Jomblo dan mbak2 jutex sexy di inikah rasanya cinta. ada juga catherine wilson, tapi sayang dia kalah cantik ama vino g bastian.

Film ini bercerita tentang kisah cinta para anggota band Topeng yg selama film cuman latihan sekali seumur hidup. Luna Maya memerankan Canting, yaitu vokalis band dan bukan alat membatik. Lalu ada prana (vino g bastian) pada bass, veruska (rianty cartwright) pada keyboard, bo bo brazil (catherine wilson) pada gitar (sebenarnya namanya cuman brazil doang), lalu kuta pada bali. maksudnya kuta (lukman sardi) pada drum. Tepuk tangan yg meriah!!!

Tunggu dulu. Band yg sangat sukses ini, sangking suksesnya jarang latihan, masing2 dari anggotanya memiliki kisah cinta yang abnormal. Persis filmnya. Canting yg temperamental berantem mulu ama pacarnya gara2 sang pacar kerja bareng sama mantan pacar si pacar. Kalo udah marah, maka sumpah serapah pun keluar, ini bagian favorit saya, makian paling sering : Tai Babi. Babi haram mbak, tai sapi aja karena bisa dibuat pupuk kandang.

Baca entri selengkapnya »


Berbagi Suami

Januari 17, 2008

Setelah beberapa kali film indo yg kita tonton horor melulu, pada akhirnya kita dapet juga film drama. Ga tanggung2, kita nonton film yang berhasil digunduli oleh Ekskul di ajang FFI 2006 kemaren, filmnya koya pagayo (maksudnya kaya bahasa wartawan bola gitu). Sambil berbagi cemilan dan coca cola, kita nonton Berbagi Suami. Sekarang, saya mau berbagi info.

Dalam film ini ada tiga cerita yang satu sama lainnya nyambung secara ga langsung, meskipun satu2nya persamaan adalah suami yang bisa dibagi2. Cerita pertama adalah tentang pergolakan batin sebuah keluarga, di mana sang ayah yang alim berpoligami. Istrinya yang berpendidikan tinggi awalnya terpukul, tapi terpaksa berkompromi. Akhir cerita kita diperlihatkan, apa yang ia peroleh setelah perjuangan yang melelahkan selama sepuluh tahun.
Baca entri selengkapnya »


Hantu Jeruk Purut

Januari 17, 2008

Sebelum kami me review film “BERBAGI SUAMI”, ada baiknya kami mereview salah satu film horor yang lumayan masih baru indonesia yang berjudul “HANTU JERUK PURUT”. Disutradarai oleh pemenang FFI 2006 dan didanai oleh (tentu saja) para mafioso “shitnetron” india ga penting, film ini SANGAT TIDAK LAYAK tonton bagi tua dan muda.

Kami bener2 mengharapkan kali ini KOya Pagayo sang sutradara menunjukan kelas sebagai sutradara peraih piala citra tahun lalu melaluii film “Ekskul”. Secara teknis, boleh lah film ini bisa ditonton, namun sebagaimana film2 horor nya yang terdahulu, suasana film ini bener2 suram sampe2 kamipun hampir saja tertidur andai saja suara2 efek yang super duper disturbing saat setan2 kuntilanak dan headless pastur bermunculan sepanjang film ini. Kami yakin bahwa, hampir semua film koya disponsori oleh pemerintah melalui PLN agar bangsa indonesia irit energi, karena rumah tinggal mewah bahkan rumah sakit selalu minim cahaya alias gelap.

Baca entri selengkapnya »