Cicak-Man

Januari 17, 2008

Terakhir saya nonton film Malaysia, sejujurnya bukanlah pengalaman yg menyenangkan. Sebuah film romantis produksi 80an dengan para pemain yang jauh dari cantik dan ganteng dengan dialog2 semodel lagu Gerimis Mengundang. Saya (waktu itu masih SD) menontonnya sampai tamat, karena saat itu saya berpikir, Malaysia adalah negara keren yang selangkah lebih maju dari Îndonesia. Tapi sampai film tamat, tak saya temukan bukti dari pemikiran saya, sehingga saya lupakan saja film kamse itu.

Lalu belasan tahun kemudian saya menemukan Cicakman. Film eksyen-komedi-fantasi dibalut dengan (kelihatannya) special efek dan desain grafis yg keren, yang bisa saja membuktikan pemikiran saya belasan tahun yang lalu.
Hasilnya??

Baca entri selengkapnya »